Minggu, 10 April 2011

Perkembangan dan Pertumbuhan masa Puber

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
 Masa remaja dikenal sebagai salah satu periode dalam rentang kehidupan manusia yang memiliki beberapa keunikan tersendiri. Keunikan tersebut bersumber dari kedudukan masa remaja sebagai periode transisional antara masa kanak-kanak dan masa dewasa atau yang lebih kita kenal dengan pubertas. Kita semua mengetahui bahwa antara anak-anak dengan orang dewasa ada beberapa perbedaan yang selain bersifat biologis atau fisiologis juga bersifat psikologis.
 Masa ini sikap individu mengalami berbagai perubahan baik fisik maupun psikis. Perubahan yang tampak jelas adalah perubahan fisik, dimana tubuh berkembang pesat sehingga mencapai bentuk tubuh orang dewasa yang disertai pula dengan berkembangnya kapasitas reproduktif. Selain itu remaja juga berubah secara kognitif dan mulai mampu berpikir abstrak seperti orang dewasa. Pada periode ini pula remaja mulai melepaskan diri secara emosional dari orang tua dalam rangka menjalankan peran sosialnya yang baru sebagai orang dewasa.

B. Tujuan dan Manfaat
1. Mempelajari pertumbuhan dan perkembangan pada masa puber
2. Mengidentifikasi bentuk-bentuk penyimpangan yang terjadi pada remaja yang mengalami masa puber
3. Mengetahui bahaya fisik dan psikologis pada masa puber

 BAB II
PEMBAHASAN



A.    TAHAP TAHAP MASA PUBER
Pubertas adalah periode dalam rentang perkembangan ketika anak-anak berubah dari makhluk aseksual menjadi makhluk seksual. Seperti diterangkan olah Root,”Masa puber adalah suatu tahap dalam perkembangan dimana terjadi kematangan alat-alat seksual dan tercapai kemampuan reproduksi. Tahap ini disertai dengan perubahan-perubahan dalam pertumbuhan somatis dan perspektif psikologis”.
Kata pubertas berasal dari bahasa Latin yang berarti “usia kedewasaan”. Kata ini lebih menunjuk pada parubahan fisik daripada perubahan perilaku.

Ciri-ciri Masa Puber
Masa puber adalah periode yang unik dan khusus yang ditandai oleh perubahan-perubahan perkembangan tertentu yang tidak terjadi dalam tahap-tahap lain dalam rentang kehidupaan. Yang terpenting diantaranya adalah berikut ini:
-          Masa puber adalah periode tumpang tindih, karena mencangkup tahun-tahun akhir masa kanak-kanak dan tahun-tahun awal masa remaja. Sampai anak matang secara seksual, ia dikenal sebagai “anak puber.” Setelah matang secara seksual, ia dikenal sebagai “remaja” atau “remaja muda.”
-          Masa puber adalah periode yang singkat dibandingkan banyaknya perubahan yang terjadi, sekitar dua sampai empat tahun. Anak yang mengalami masa puber dua tahun dianggap sebagai anak yang “cepat matang,” sedangkan yang memerlukan tiga sampai empat tahun dianggap anak yang “lambat matang.”
-          Masa puber merupakan masa pertumbuhan  dan perubahan yang pesat. Perubahan-perubahan pesat yang terjadi selama masa puber menimbulkan keraguan, perasaan tidak mampu dan tidak nyaman, dan dalam banyak kasus mengakibatkan perilaku yang kurang baik. Dalam membahas perubahan-perubahan ini, Dunbar menyatakan:
“Selama periode ini anak yang sedang berkembang mengalami berbagai perubahan dalam tubuh, perubahan dalam status termasuk penampilan, pakaian, milik, jangkauan pilihan, dan perubahan sikap terhadap seks dan lawan jenis. Kesemuanya meliputi hubunngan orang tua-anak yang berubah dan perubahan dalam peraturan-peraturan yang dikenakan kepada anak muda.”
-          Masa puber merupakan fase negatif. Bertahun-tahun lalu, Charlote Buhler menamakan maa puber sebagai fase negatif. Istilah fase menunjukkan periode yang berlangsung singkat; negatif  berarti bahwa individu mengambil sikap “anti” terhadap kehidupan atau kelihatannya kehilangan sifat-sifat baik yang sebelumnya sudah berkembang. Terdapat bukti bahwa sikap dan perilaku negatif merupakan ciri dari bagian awal masa puber dan yang terburuk dari fase negatif ini akan berakhir bila indiidu secara seksual menjadi matang. Juga terdapat bukti bahwa perilaku khas dari “fase negatif” masa puber lebih menonjol pada anak perempuan daripada anak laki-laki.
-          Pubertas terjadi pada berbagai usia, antara usia lima atau enam dan sembilan belas tahun. Tetapi rata-rata anak perempuan dalam kebuadayaan Amerika saat ini menjadi matang secara seksual pada tiga belas tahun, dan rata-rata anak laki-laki empat belas tahun. Perubahan ini terjadi rata-rata sekitar dua sampai empat tahun, lebih singkat daripada anak laki-laki. Perbedaan waktu ini sering menimbulkan masalah pribadi maupun sosial bagi anak laki-laki dan anak perempuan.
-          Masa puber dibagi dalam beberapa tahap, yaitu:
a.       Tahap Prapuber
Tahap ini bertumpang tindih dengan satu atau dua tahun terakhir masa kanak-kanak, pada masa anak dianggap sebagai “prapuber,” yaitu bukan lagi seorang anak tetapi belum juga seorang remaja. Dalam tahap prapuber ciri-ciri seks sekunder mulai tampak tetapi organ-organ reproduksi belum sepenuhnya berkembang.
b.   Tahap Puber
Tahap ini terjadi pada garis pembagi antara masa kanak-kanak dan masa remaja, saat dimana kriteria pematangan seksual muncul - haid pada anak perempuan dan akan basah pertama kali di malam hari pada anak laki-laki. Selama tahap remaja ciri-ciri seks sekunder terus berkembang dan sel-sel diproduksi dalam organ-organ seks.
c.       Tahap Pascapuber
Tahap ini bertumpang tindih dengan tahun pertama atau kedua masa remaja. Selama tahap ini ciri-ciri seks sekunder telah berkembang baik dan organ-organ seks mulai berfungsi secara matang.


B.     KRITERIA MENENTUKAN MASA PUBER
Kriteria yang paling sering digunakan untuk menentukan timbulnya pubertas dan untuk memastikan tahap pubertas tertentu yang telah dicapai adalah haid, basah malam, bukti yang diperoleh dari analisis kimia terhadap air seni dan foto sinar-X dari perkembangan tulang.
Haid pertama sering digunakan sebagai kriteria kematangan seksual anak perempuan, tetapi ini bukanlah perubahan fisik pertama dan terakhir yang terjadi selama masa puber. Bila haid terjadi, organ-organ seks dan ciri-ciri seks sekunder mulai berkembang, tetapi belum ada yang matang.
Bagi anak laki-laki, kriteria yang dipakai adalah basah malam. Hal ini merupakan  cara yang normal bagi organ reproduksi pria untuk membebaskan jumlah bibit yang berlebihan. Namun tidak semua anak laki-laki mengalami gejala ini dan tidak semua menyadarinya.

Kondisi-kondisi yang Menyebabkan Perubahan Pubertas
Ø  Peran Kelenjar Pituitary
Kelenjar pituitary mengeluarkan dua hormon: hormon pertumbuhan yang berpengaruh dalam menentukan besarnya individu, dan hormon gonadotrofik yang merangsang gonad untuk meningkatkan kegiatan. Sebelum masa puber secara bertahap jumlah hormon gonadotrofik semakin bertambah dan kepekaan gonad terhadap hormon gonadotrofik dan peningkatan kepekaan juga semakin bertambah; dalam keadaan demikianlah perubahan-perubahan dalam masa puber mulai terjadi.
Ø  Peran Gonad
Dengan pertumbuhan dan perkembangan gonad, organ-organ seks yaitu ciri-ciri seks primer- bertambah besar dan fungsinya menjadi matang, dan ciri-ciri seks sekunder mulai berkembang.
Ø  Interaksi Kelenjar Pituitary dan Gonad
Hormon yang dikelurkan oleh gonad, yang telah dirangsang oleh hormon gonadotrofik yang dikeluarkan oleh kelenjar pituitary, selanjutnya bereaksi terhadap kelenjar ini dan menyebabkan secara berangsur-angsur penurunan jumlah hormon pertumbuhan yang dikeluarkan sehingga menghentikan proses pertumbuhan. Interaksi antara hormon gonadotrofik dan gonad berlangsung terus sepanjang kehidupan reproduksi individu, dan lambat laun berkurang menjelang wanita mendekati menopause dan pria mendekati climacteric.

Pertumbuhan pesat pubertas
Pertumbuhan pesat pubertas bagi anak perempuan mulai antara usia 8,5 dan 11,5 tahun, dengan puncak rata-rata pada 12,5 tahun. Sejak itu tingkat pertumbuhan menurun dan berangsur-angsur berhenti antara 17 dan 18 tahun.  Anak laki-laki biasanya mengalami pola pertumbuhan pesat yang sama, kecuali bahwa pertumbuhan mulai lebih lambat dan berlangsung lebih lama. Bagi anak laki-laki pertumbuhan pesat mulai antara 10,5 dan 14,5 tahun, mencapai puncaknya antara 14,5 dan 15,5 tahun, dan kemudian diikuti oleh penurunan secara berangsur-angsur sampai 20 tahun atau 21 tahun.
Pertumbuhan dan perkembangan pesat yang terjadi selama masa puber sebagian bergantung pada faktor keturunan, yang mempengaruhi kelenjar-kelenjar endoktrin, dan sebagian lagi tergantung pada faktor lingkungan. Yang terpenting dari faktor lingkungan adalah gizi. Gizi yang buruk dalam masa kanak-kanak menyebabkan berkurangnya produksi hormon pertumbuhan. Gizi yang baik mempercepat produksi hormon tersebut. Gangguan emosional dapat mempengaruhi pertumbuhan karena mengakibatkan produksi adrenal steroid yang berlebihan yang merugikan hormon pertumbuhan.
Kalau pertumbuhan pesat masa puber terganggu oleh penyakit, gizi buruk, atau ketegangan emosional yang berlangsung lama, maka akan terjadi penundaan penyatuan tulang-tulang sehingga anak tidak dapat mencapai tinggi tubuh yang sempurna.


C.    KATEGORI PERUBAHAN TUBUH PADA MASA PUBER
1.      Perubahan ukuran tubuh
Perubahan fisik utama pada masa puber adalah perubahan ukuran tubuh dalam tinggi dan berat badan. Di antara anak-anak perempuan, rata-peningkatan pertahun dalam satu tahun sebelum haid adalah 3 inci, tetapi peningkatan itu bisa juga terjadi dari 5 sampai 6 inci. Dua tahun sebelum haid peningkatan rata-rata adalah 2,5 inci. Jadi peningkatan keseluruhan selama dua tahun sebelum haid adalah 5,5 inci. Setelah haid, tingkat pertumbuhan menurun sampai kira-kira 1 inci setahun dan berhenti sekitar delapan belas tahun.
Bagi anak laki-laki, permulaan periode pertumbuhan pesat tinggi tubuh dimulai rata-rata pada usia 12,8 tahun dan berakhir rata-rata pada 15,3 tahun, dengan puncaknya pada 14 tahun peningkatan tinggi badan yang terbesar terjadi setahun sesudah dimulainya masa puber. Sesudahnya, pertumbuhan menurun dan berlangsung lambat sampai usia 20 atau 21. Pertambahan berat tidak hanya karena lemak, tetapi juga karena tulang dan jaringan otot bertambah besar. Jadi, meskipun anak puber dengan pesat bertambah berat, tetapi seringkali kelihatannya kurus dan kering.

2.      Perubahan proporsi tubuh
Perubahan fisik pokok yang kedua adalah perubahan proporsi tubuh. Daerah-daerah tubuh tertentu yang tadinya terlampau kecil, sekarang menjadi terlampau besar karena kematangan tercapai lebih cepat dari daerah-daerah tubuh yang lain. Ini tampak jelas pada hidung, kaki dan tangan. Barulah pada bagian akhir masa remaja seluruh daerah tubuh mencapai ukuran dewasa, meskipun perubahan besar terjadi sebelum masa puber usai.

3.      Ciri-ciri seks primer
Kalau fungsi organ-organ  reproduksi pria sudah matang, maka biasanya mulai terjadi basah malam, biasanya kalau anak laki-laki bermimpi tentang seksual, kalau kandung kemihnya penuh atau mengalami sembelit, kalau  ia memakai piyama yang ketat atau kalau ia terselimuti dengan hangat.
Pada anak perempuan, datangnya haid menjadi petunjuk pertama berkembangnya mekanisme reproduksi. Ini adalah permulaan dari serangkaian pengeluaran darah, lendir, dan jaringan sel yang hancur dari uterus secara berkala, yang akan terjadi kira-kira setiap dua puluh delapan hari sampai mencapai menopouse, pada akhir empat puluhan atau awal lima puluh tahun.
Periode haid umumnya terjadi pada jangka waktu yang sangat tidak  teratur dan lamanya  berbada-beda pada tahun-tahun pertama. Periode ini dikenal sebagai tahap kemandulan remaja. Dalam tahap ini tidak terjadi ovulasi atau pematangan dan pelepasan telur yang matang dari folikel dalam indung telur. Oleh karena itu anak perempuan disebut mandul (sementara). Bahkan setelah mengalami beberapa periode haid, masih diragukan apakah mekanisme seks sudah cukup matang untuk pembuahan.

4.      Ciri-ciri Seks Sekunder
Perkembangan seks sekunder ini yang membedakan pria dan wanita dan membuat anggota seks tertentu tertarik pada organ jenis kelamin yang lain.
LAKI-  LAKI
Ø  Rambut
Rambur kemaluan timbul sekitar setahun setelah testes dan penis mulai membesar. Rambut ketiak dan rambut di wajah timbul kalau pertumbuhan rambut kemaluan hampir selesai, demikian pula rambut tubuh.
Ø  Kulit
Kulit menjadi lebih kasar, tidak jernih, warna pucat dan pori- pori meluas.
Ø  Kelenjar
Kelenjar lemak atau yang memproduksi minyak dalam kulit semakin membesar dan menjadi lebih aktif, sehingga dapat menimbulkan jerawat. Kelenjar keringat di ketiak mulai berfungsi dan keringat bertambah banyak dengan berjalannya masa puber.
Ø  Otot
Otot – otot bertambah besar dan kuat, sehingga memberi bentuk bagi lengan, tungkai kaki dan bahu.
Ø  Suara
Suara berubah setelah rambut kemaluan timbul. Mula- mula suara menjadi serak kemudian  tinggi suara menurun, volumenya meningkat dan mencapai pada yang lebih enak. Suara yang pecah sering terjadi kalau kematangan berjalan pesat.
Ø  Benjolan Dada
Benjolan- benjolan kecil di sekitar kelrnjar susu pria timbul sekitar usia dua belas dan empat belas tahun. Ini berlangsung selama beberapa minggi dan kemudian menurun baik jumlahnya maupun besarnya.

PEREMPUAN
Ø  Pinggul
Pinggul menjadi bertambah lebar dan bulat sebagai akibat membesarnya tulang pinggul dan berkembangnya lemak bawah kulit.
Ø  Payudara
Setelah pinggul mulai membesar, payudara juga berkembang. Puting susu membesar dan menonjol, dan dengan berkembangnya kelenjar susu, payudara menjadi lebih besar dan bulat.
Ø  Rambut
Rambut kemaluan timbul setelah pinggul dan payudara mulai berkembang. Bulu ketiak dan bulu pada kulit wajah mulai tampak setelah haid.
Ø  Kulit
Kulit menjadi lebih kasar, lebih tebal, agak pucat dan lobang pori- pori bertambah besar.
Ø  Kelenjar
Kelenjar lemak dan kelenjar keringat menjadi lebih aktif. Sumbatan kelenjar lemak dapat menyebabkan jerawat. Kelenjar keringat di ketiak mengeluarkan banyak keringat dan baunya menusuk sebelum dan selama masa haid.
Ø  Otot
Otot semakin besar dan kuat, terutama pada pertengahan dan menjelang akhir masa puber, sehingga memberikan bentuk pada bahu, lengan dan tungkai kaki.
Ø  Suara
Suara menjadi lebih penuh dan lebih semakin merdu. Suara serak dan suara pecah jarang terjadi pada anak perempuan.

AKIBAT PERUBAHAN PADA MASA PUBER           
1.      Akibat terhadap Perubahan Fisik
Anak pubertas sering terganggu oleh perubahan- perubahan kelenjar, besarnya, dan posisi organ- organ internal. Perubahan- perubahan ini mengganggu fungsi pencernaan yang normal. Anemia sering terjadi pada masa ini, bukan karena adanya perubahan dalam kimiawi darah tetapi kebiasaan makan yang tidak menentu yang semakin menambah kelelahan dan kelesuan.
Pada anak perempuan, di awal ,asa haid sering mengalami sakit kepala, sakit punggung, kejang, dan sakit perut yang diiringi dengan pingsan, dan sebagainya. Karena itu timbullah rasa lelah, tertekan, dan mudah marah.

2.      Akibat perubahan masa puber pada sikap dan perilaku
Ø Ingin Menyendiri
Jika perubahan pada masa puber mulai terjadi , anak biasanya menarik diri dari teman- teman, dan berbagai kegiatan. Anak puber kerap melamun betapa seringnya ia tidak dimengerti, dan diperlakukan kurang baik, bahkan ia juga mengadakan eksperimenseks melalui masturbasi. Gejala menarik diri ini juga mencangkup ketidakinginan berkomunikasi dengan orang lain.
Ø  Bosan
Anak puber akan merasa bosan dengan permainan yang digemari, tugas sekolah, kegiatan sosial, dan kehidupan pada umumnya. Akibatnya anak sedikit sekali bekerja, sehingga prestasinya di berbagai bidang menurun.
Ø Inkoordinasi
Pertumbuhan pesat dan tidak seimbang mempengaruhi pola koordinasi gerakan, dan anak akan merasa kikuk dan janggal selama beberapa waktu. Setelah pertumbuhan melambat,koordinasi akan membaik secara bertahap.
Ø Antagonisme Sosial
Anak puber seringkali tidak mau kerjasama, sering membantah dan menentang. Permusuhan terbuka antara dua seks yang berlainan diungkapkan dalam kritik, dan komentar- komentar yang merendahkan. Dengan berlanjutnya masa puber, anak menjadi lebih ramah, dapat bekerjasama dan lebih sabar pada orang lain.
Ø Emosi yang Meninggi
Kemurungan, ledakan amarah dan kecenderungan untuk menangis dan sebagainya merupakan ciri- ciri awal masa puber. Pada masa ini anak merasa kawatir dan gelisah dan cepat marah. Dengan semakin matangnya keadaan fisik anak, ketegangan lambat laun akan berkurang dan anak mulai mampu mengendalikan emosinya.
Ø Hilangnya Kepercayaan Diri
Anak remaja yang tadinya percaya pada didinya sendiri, sekarang menjadi kurang percaya diri dan takut akan kegagalan karena daya tahan fisik dan kritikan yang tertubu- tubi dari orang tua dan teman- temannya. Banyak anak laki- laki dan perempuan setelah masa pubermempunyai perasaan rendah diri.
Ø  Terlalu Sederhana
Perubahan tubuh yang terjadi selama masa puber menyebabkan anak menjadi sangat sederhana dalam segala penampilan karena takut orang lain akan memperhatikan perubahan yang dialaminya dan memberikan komentar.


D.    BENTUK PENYIMPANGAN PEMATANGAN PENYESUAIAN PRIBADI DAN SOSIAL
Perubahan- perubahan fisik yang paling banyak pengaruhnya pada masa anak-anak biasannya terjadi pada masa puber, khususnya pada anak yang kematangannya menyimpang.
Ø  Matang Lebih Awal Versus Matang Terlambat
Bagi anak laki- laki matang lebih awal menguntungkan terutama di bidang olah raga dimana anak memperoleh status dan martabat dalam kelompoknya. Sebagian besar pemimoin kelompok laki- laki adalah mereka yang matang lebih awal, hal ini juga menambah martabat di mata anak perempuan.
Sebaliknya anak laki- laki yang matang terlambat cenderung gelisah, tegang, memberontak dan menarik diri. Karena hal ini, anak kurang popular diantara teman- temannya dan orang dewasa, dan jarang dipilih menjadi pemimpin.
Matang lebih awal kurang menguntungkan bagi anak perempuan. Anak perempuan yang matang lebih awal berperilaku lebih dewasadan lebih berpengalaman, namun penampilan dan tindakannya dapat menimbulkan reputasi  “kegenitan seksual”.
Anak perempuan yang matang terlambat tidak mengalami gangguan psikologis sebanyak anak laki- laki yang matang terlambat. Perempuan tidak terlampau terlibat dalam perilaku mencari status dibandingkan dengan laki- laki.
Ø  Cepat matang Versus Lamban Matang
Anak yang cepat matang mengalami berbagai masalah tertentuyang tidak pernah dihadapi oleh anak lamban matang. Misalnya, tidak adanya koordinasi dalam perilaku yang kaku dan jangagal tampak sangat mencolok pada anak yang cepat matang karena laju pertumbuhan besar tubuh sedemikian cepat sehingga anak tidak mempunyai waktu untuk menguasainya. Sebaliknya, perubahan tubuh pada anak yang lamban matangnya  berjalan sangat lamban sehingga anak mempunyai cukup waktu untuk belajar mengendalikan tubuhnya.
Tingkat kecepatan dari kematangan seksual member pengaruh buruk terutama pada anak yang lamban matangnya. Meskipun anak yang cepat matang kadang secara emosional terganggu oleh kelakuan dan kejanggalannya walaupun periode meningginya emosi lebih sering terjadi dengan intensitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang lamban matang, tetapi anak tidak pernah merasa kuatir apakah ia akan menjadi dewasa.
Sebaliknya, anak yang lamban matangnya sering dihantui oleh ketakutan bahwa ia tidak akan pernah menjadi dewasa apalagi kalau teman- temannya sudah mendekati dewasa.
                                                                            

SUMBER KEPRIHATINAN
Sebagian besar anak- anak memasuki masa puber tanpa memiliki pengetahuan mengenai lamanya waktu yang diperlukan untuk menjadi matang atau tentang pola kematangan yang terjadi. Akibatnya, anak sangat prihatin bila melihat perubahan tubuhnya yang kadang- kadang begitu lambat, bahkan sampai meragukan apakah kelak ia bisa menjadi dewasa.
Anak biasanya prihatin akan bagian tubuh yang kelihatan lain. Biasanya anak melihat satu ciri fisik tertentu sebagai sangat kurang, tidak selaras proporsinya atau tidak sesuai dengan kelompok seks-nya, dan membesar- besarkan keadaan ini. Pada umumnya anak perempuan lebih prihatin dibandingkan anak laki- laki dalam hal penampilan fisik.

Keprihatinan pada kenormalan
Karena anak sangat sadar akan semua perubahan yang terjadi pada tubuhnya dank arena ia mempunyai gagasan yang pasti tentang penampilan diri nantinya, ia merasa prihatin bila merasa bahwa ia tidak menarik atau kalau penampilannya tidak sesuai dengan seks-nya. Keprihatinan umum akan kenormalan selama masa puber :
Keprihatinan anak laki- laki
Ø  Basah malam
Jika anak laki- laki tidak diberi tahu tentang hal ini, maka pengalamannya yang pertama yaitu basah malam akan menjadi pengalaman yang traumatis.
Ø  Cirri- cirri seks sekunder
Anak laki- laki yang terganggu oleh lambatnya pertumbuhan rambut wajah, suara yang serak, dan suara yang pecah dan perkembangan yang lambat dari oto.
Ø  Kurangnya minat terhadap anak perempuan
Jika anak melihat anak laki- laki yang lebih besar dan matang menunjukkan minat terhadap anak perempuan dan berkencan, ia akan ragu apakah ia normal jika ia tidak mempunyai minat seperti itu.

Keprihatinan anak perempuan
v  Haid
Meskipun sudah mengerti, namun haid adalah pengalaman yang traumatis, terutama bila disertai muntah- muntah dan organ tubuh kejang. Banyak anak perempuan bertanya- tanya apakah hal itu normal.
v  Ciri- ciri seks sekunder
Karena payudara pada waktu mulai berkembang berbentuk kerucut anak perempuan akan ragu apakah penampilannya akan menjadi normal. Ia juga prihatin akan pinggulyang akan menjadi besar, dan apakah wajahnya akan ditumbuhi kumis dan jenggot.
v  Kurangnya daya tarik seksual
Banyak anak perempuan prihatin kalau- kalau ia tidak dapat menarik perhatian dan disenanggi anak laki- laki.

Keprihatinan anak laki- laki dan perempuan
*      Organ- organ seks
Anak puber sering takut kalau organ- organ seks-nya yang membesar akan terlihat melalui pakaian atau kalau keluarnya haid dan basah malam akan meninggalkan bekas pada pakaian.
*      Disproporsi tubuh
Bagian- bagian tubuh yang membesar yang merupakan cirri- cirri masa puber, membuat anak puber menjadi ragu apakah tubuhnya akan tampak seperti orang normal.
*      Kecanggungan
Pada setiap tinggkat tertentu anak akan menjadi canggung dan kikuk selama masa puber, ia cenderung prihatin dan menganggap keterampilan yang dimilikinya dulu menghilang. Keprihatinan ini akan semakin menjadi apabila kecanggungannya diejek atau menjadi bahan pembicaraan.
*      Usia kematangan
Anak yang matang lebih awal akan merasa kurang tepat, sedangkan anak yang matangnya terlambat akan malu karena tubuhnya yang belum berkembang.
*      Masturbasi
Ketegangan dan ketidaknyamanan karena berkembangnya organ seks sering menyebabkan anak memeganginya. Dan jika diberitahu masturbasi adalah hal yang salah iaakan merasa bersalah dan malu.

Keprihatinan akan kepatutan seks
Ø  Keprihatinan pada ukuran
Peningkatan ukuran yang tiba- tiba yang terjadi selama pertumbuhan pada masa puber cenderung menganggu anak perempuan karena takut kalau ukurannya akan tidak menarik bagi anak laki- laki. Sebaliknya anak laki- laki menjadi terganggu kalau melihat anak perempuan seusianya lebih tinggi.
Ø  Keprihatinan akan berat
Anak sering bertambah berat pada awal masa puber, dan ini merupakan sumber kegelisahan yang besar. Bagi anak laki- laki, gemuk dianggap kurang sesuai dengan seks-nya. Meskipun pada umumnya keadaan gemuk ini akan hilang dengan berjalannya masa puber.
Ø  Keprihatinan akan alat kelamin
Ada anggapan umum bahwa alat kelamin pria yang kecil menunjukkan perkembangan seksual yang jurang normal. Pada saat yang seharusnya penis berkembang, anak laki- laki akan prihatin bila penisnya tetap kecil dan kawatir apakah organ tersebut mampu berfungsi secara seksual.
Ø  Keprihatinan akan ciri- ciri seks sekunder
Ciri- ciri seks sekunder yang lambat berkerkembang cenderung menjadisumber kegelisahan yang besar, terutama ciri- ciri yang membedakan kedua seks secara jelas. Anak laki- laki misalnya dalam hal tumbuhnya jenggot dan kumis, berkembangnya otot- otot bahu dan lengan dan perubahan suara terjadi pada akir masa puber.Secara khas wanita yang feminim diharapkan mempunyai corak kulit yang indah.



E.     BAHAYA FISIK DAN PSIKOLOGIS PADA MASA PUBER
Bahaya pada masa puber pada umumnya gawat, terutama karena berakibat jangka panjang. Bahaya ini bertentangan tahap perkembangan yang terdahulu, dimana bahayanya sendiri yang lebih penting dibandingkan dengan akibat jangka panjangnya.

Bahaya Fisik
Bahaya fisik utama masa puber disebabkan kesalahan fungsi kelenjar endokrin yang mengendalikan pertumbuhan pesat dan perubahan seksual yang terjadi pada periode ini.
Akibat ketidakseimbangan endokrin pada masa puber
1.      Kekurangan hormone pertumbuhan
Kurangnya jumlah hormone pertumbuhan pada akhir masa kanak- kanak dan awal masa puber menyebabkan anak menjadi lebih kecil dari rata- rata pada waktu ia matang.
2.      Kurangnya hormon Gonad
Jika hormon gonad tidak cukup banyak dikeluarkan atau dikeluarkan agak terlambat untuk dapat mengawasi hormon pertumbuhan, maka pertumbuhan anggota badan berlangsung terlalu lama dan individu menjadi lebih besardari rata- rata. Kurangnya jumlah hormon gonad juga mempengaruhi perkembangan normal organ- organ seks dan ciri- ciri seks sekunder sehingga individu tetap kekanak- kanakan atau mengambil ciri- ciri lawan jenis, tergantung kapan terjadinya gangguan dalam siklus perkembangan.
3.      Persediaan hormon gonad yang berlebihan
Ketidaksembangan dalam berfungsinya kelenjar pituitary dan gonad dapat menyebabkan produksi hormon gonad dalam jumlah yang berlebihan pada usia yang sangat muda, hal ini mengakibatkan permulaan masa puber kadang- kadang dimulai sejak usia dini antara usia lima atau enam tahun. Ini dikenal dengan masa puber yang terlalu awalatau puberty precox.

Bahaya Psikologis
Ø  Konsep diri yang kurang baik
Ada banyak hal yang menyebabkan perkembangan konsep diri kurang baik selama masa puber, beberapa diantaranya disebabkan alasan pribadi dan alasan lingkungan. Anak puber cenderung tidak social bahkan mungkin berperilaku anti social, sehingga mempengaruhi perlakuan orang- orang lain terhadap dirinya. Akibatnya, anak puber tidak menikmati dukungan sosial yang pada waktu- waktu lalu diperoleh, dan hal ini juga tidak diharapkan. Perlakuan orang lain sangat mempengaruhi konsep diri, sehingga dapat menimbulkan sikap negative terhadap diri sendiri.
Ø  Prestasi rendah
Dengan cepatnya pertumbuhan fisik maka tenaga menjadi melemah. Ini mengakibatkan keseganan untuk bekerja dan bosan pada tiap kegiatan yang melibatkan usaha individu. Jika kecenderungan untuk bekerja dibawah kemampuan berkembang, maka keadaan ini cenderung menjadi kebiasaan karena diperkuat dari bulan ke bulan
Ø  Kurangnya persiapan untuk menghadapi perubahan masa puber
Jika anak puber tidak diberi tahu atau secara psikologis tidak dipersiapkan tentang perubahan fisik dan psikologis yang terjadi pada masa puber, pengalaman akan perubahan itu dapat merupakan pengalaman traumatis. Akibatnya anak akan cenderung mengembangkan sikap yang kurang baik.terhadap perubahan siikap- sikap yang lebih cenderung menetap daripada menghilang.
Apapun alas an dari kurangnya persiapan anak dalam menghadapi masa puber, hal ini merupakan bahaya psikologis yang serius, terutama pada anak yang matangnya lebih awal dan lambat. Hal ini disebabkan perubahan- perubahan yang terjadi mendorong anak untuk berfikir bahwa ada sesuatu yang salah atau bahwa perkembangannya sedemikian abnormalnya sehingga tidak mungkin sama seperti teman-teman yang lain.
Ø  Menerima tubuh yang berubah
Hanya sedikit anak puber yang mampu menerima kenyataan ini, sehingga mereka tidak puas dengan penampilannya.karena mengerti betapabetapa pentingnya penampilan untuk memperoleh dukungan social, mereka sering menyalahkan penampilan sebagai penyebab kurang sesuainya dukungan yang mereka peroleh dengan apa yang mereka harapkan. Terdapat banyak alas an mengapa anak puber tidak puas dengan tubuhnya yang berubah dan dan mengalami kesulitan untuk menerimanya.
Pertama, hamper semua anak membentuk konsep diri fisik yang ideal berdasarkan konsep dari berbagai sumber individu ideal dalam kelompok seks-nya. Sedikit sekali anak puber yang mampu mendekati keadaan fisik ideal ini. Oleh karena itu, awal tidak puas dengan penampilan dirinya dan sulit untuk menerima diri sendiri.
Kedua, kepercayaan tradisional tentang penampilan yang pantas untuk jenis seks tertentucenderung mewarnai sikap anak puber sedemikian rupa sehingga mengganggu  penerimaan terhadap tubuhnya sendiri yang berubah.
Ø  Menerima peran seks yang didukung secara social
Peran seks tradisional pria dihubungkan dengan keunggulan dan martabat, sebagian besar anak laki- laki ingin sekali memerankannya. Sebelum masa akhir kanak- kanak berakhir sebagian besar anak laki- laki tidak saja menerima sterotip dari pria tradisional tetapi peran seks-nya sudah sedemikian tergolongkan, sehingga dalam masa puber anak laki- laki tidak mengalami masalah dalam menerima peran seks yang mendekati peran seks orang dewasa.
Sedangkan pada anak perempuan mengalami penggolongan seks yang tidak terlampau ketat. Bagi banyak anak puber, bahaya psikologis dari sikap menerima peran seks wanita yang tradisional semakin diperkuat oleh adanya ketidaknyamanan berkala yang dialami pada periode haid.
Ø  Penyimpangan dalam pematangan seksual
Penyimpangan dalam proses kematangan seksual apapun bentuknya merupakan bahaya psikologis yang potensial. Anak yang menyimpang dari teman- teman sebayanya dalam hal kematangan seksual merasa bahwa dalam dirinya pasti ada sesuatu yang salah. Anak akan merasa cemas akan kenormalannya di masa depan. Kalau, misalnya anak mengalami penyimpangan dalam tinggi badan dibandingkan dengan teman- teman sebayanya pada masa puber, ia akan prihatin akan tinggi badannya pada usia dewasa di kemudian hari.
Ø  Anak yang matang lebih awal
Anak yang matang terlalu dini dapat menunjukkan kesulitan kepribadian. Kesulitan itu timbul karena anak matang lebih awal yang kelihatan lebih tua daripada usianya, biasanya diharapkan bertindak sesuai dengan penampilannya dan bukan dengan usianya.
Ø  Anak yang matang terlambat
Anak yang matang terlambat dari segi penampilan tampak muda dari usianya, sehingga diperlakukan sesuai dengan penampilannya oleh teman- temannya dan orang dewasa. Hal ini membuat dirinya ragu akan kemnampuan untuk melakukan hal- hal yang dapat dilakukan oleh teman- teman seusianya.


F.     TAHAP- TAHAP MASA PUBER YANG CENDERUNG MEMBAHAGIAKAN DAN TIDAK MEMBAHAGIAKAN
Pertama, yang penting dalam kebahagiaan adalah penerimaan, baik penerimaan diri sendiri maupun penerimaan dukungan social. Anak puber tidak hanya menyukai dan menerima diri sendiri tetapi juga merasa bahwa ia diterima oleh orang lain. Semakin menyukai dan menerima diri sendiri maka anak akan semakin bahagia. Begitu juga sebaliknya semakin banyak orang yang menyukai dan menerima anak tersebut maka anak tersebut akan semakin puas.
Kedua adalah kasih saying dari orang lain. Karena kasih saying dan dukungan dari orang lain berjalan beriringan, anak puber yang besikap kritis dan merendahkan orang laindan yang mempunyai perilaku tidak social dalam situasi social, tidak lagi menerima kasih saying seperti sebelumnya. Meskipun anak berusaha untuk memberikan kesan bahwa ia tidak mempedulikannya, namun sebenarnya adalah sebaliknya. Anak puber mendambakan kasih saying.
Ketiga adalah prestasi. Pada usiapuber prestasi berada pada tingkat yamg rendah sehingga sedikit sekali menimbulkan kebahagiaan pada anak.

*      Keragaman ketidak bahagiaan pada masa puber
Tingkat kebahagiaan tidak sama dalam setiap masa puber. Bagian pertama yang disebut “fase negative” merupakan tahap yang paling tidak bahagia
*      Keseriusan dalam ketidak bahagiaan masa puber
Masa puber merupakan periode yang singkatdalam seluruh rentang kehidupan, ketidakbahagiaan ini relative tidak penting. Namun sesungguhnya pola pola tidak bahagia yang terbentuk pada saat ini dapat diperkuat sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan dan menetapterus setelah masa puber berakhir.


BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan
Pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual. Pada masa ini memang pertumbuhan dan perkembangan berlangsung dengan cepat. Pada wanita pubertas ditandai dengan menstruasi pertama (menarche), sedangkan pada laki-laki ditandai dengan mimpi basah. Seorang anak akan menunjukkan tanda-tanda awal dari pubertas, seperti suara yang mulai berubah, tumbuhnya rambut-rambut pada daerah tertentu dan payudara membesar untuk seorang gadis. Penyebab munculnya pubertas ini adalah hormon yang dipengaruhi oleh hipofisis (pusat dari seluruh sistem kelenjar penghasil hormon tubuh). Berkat kerja hormon ini, remaja memasuki masa pubertas sehingga mulai muncul ciri-ciri kelamin sekunder yang dapat membedakan antara perempuan dan laki-laki. Dengan kata lain, pubertas terjadi karena tubuh mulai memproduksi hormon-hormon seks sehingga alat reproduksi telah berfungsi dan tubuh mengalami perubahan. Hormon seks yang memengaruhi perempuan adalah estrogen dan progesteron yang diproduksi di indung telur, sedangkan pada laki-laki diproduksi oleh testis dan dinamakan testosteron. Hormon-hormon tersebut ada di dalam darah dan memengaruhi alat-alat dalam tubuh sehingga terjadilah beberapa pertumbuhan.


DAFTAR PUSTAKA
  
1. Hurlock, E.B. (1990). Psikologi Perkembangan . Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga
3. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/19257/5/Chapter%20I.pdf

0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:

Free Blog Templates